Migrasi WordPress ke DigitalOcean Bagian 1 – Untuk Masa Depan Yang Lebih Baik

Migrasi WordPress ke DigitalOcean

Migrasi WordPress ke DigitalOcean

Hue hue hue judulnya lebay. Tetapi ada cerita dibaliknya. Beberapa akhir ini beberapa website terasa sangat lambat, semuanya memang jadi satu dalam 1 akun shared hosting.. jadi sih wajar lambat. Kalau dilihat di cpanel, CPU-nya 100% terus. Kalau dilihat di stats visitor memang ada kenaikan. Bahkan bandwith 70GB habis sebelum sebulan, akhirnya naikin jadi 100GB biar gak kena limit.

Solusinya hosting harus mulai dipecah ke beberapa tempat. Website utama yang paling tinggi trafiknya akhirnya diputuskan akan pakai VPS (virtual private server). Sementara website lainnya tetap di shared hosting dan paketnya di downgrade agar harga lebih murah. Sehingga pengeluaran per bulannya harapannya tetap sama.

Pengeluaran untuk shared hosting 1 CPU, 1GB RAM, 7GB storage, 70GB transfer adalah 120rb/bulan. Nantinya akan diturunkan paketnya dan sisa uangnya dipakai buat bulanan VPS. Dengan VPS cukup $5 kita sudah dapat 1CPU, 0.5GB RAM, storage SSD unlimited 30GB dan bandwidth unlimited 1000GB

Memilih VPS

DigitalOcean

DigitalOcean

Memilih VPS gampang-gampang susah. Awalnya tergoda Bluehost wordpress dedicated. Tapi tahun pertama doang murah, nantinya bakal mahal dengan tarif regular. Akhirnya pilih VPS antara DigitalOcean, Vultr dan Linode. Baca review detail disini .. untuk performa dan harga Vultr paling bagus value-nya, tapi karena paling muda umurnya dokumentasi dan komunitasnya dikit. Linode paling senior, tapi paling tidak cocok dengan valuenya alias lebih mahal.

Akhirnya jatuh ke DigitalOcean. Performa dan fitur tengah-tengah tetapi komunitas dan dokumentasinya paling oyeee. Berhubung saya minim banget pengetahuan tentang Linux/Unix maka ini yang jadi alasan utama. Awal-awal ambil droplet paling kecil dengan 1 CPU, RAM 512MB, storage SSD 20GB dan transfer data unlimited 1TB per bulan $5.

Jika pakai coupon dan daftar disini bisa dapat maksimal credit $35, itu setara 7 bulan. Alhamdulillah. Langsung siap-siap migrasi wordpress ke DigitalOcean.

Enaknya VPS

Enaknya VPS, yang pertama tidak dishare dengan yang lain. Artinya kita mendapat jaminan SLA resource server seperti yang dijanjikan. Tidak akan terpengaruh dengan website tetangga.

Selain itu jika kita suatu saat membutuhkan untuk resize server misal menjadi lebih banyak CPU dan RAM-nya, bisa dilakukan dengan mudah hanya dengan satu dua langkah saja. Secara otomatis bill/tagihan akan menyesuaikan. Istilah kerennya scalable.

Repotnya VPS

Repotnya ampun ampun. Tidak ada cpanel. Semua mulai dari install webserver, database, setting ini itu harus dilakukan sendiri. Kalaupun mau install cpanel akan memakan resource yang cukup besar, minimal harus paket yang RAM-nya 2GB.

Bagi yang suka ngoprek Linux tentu ini kerjaan simpel, tapi yang jarang megang Linux harus meluangkan waktu. Sebenarnya di DigitalOcean bisa sangat mudah untuk install yang kita inginkan. Misal mau install wordpress, tinggal klik 1 tombol jadi siap pakai. Sayangnya fasilitas ini untuk droplet minimal RAM 1GB.

Berhubung saya pakai yg 0.5GB harus berepot-repot ria install berbagai requirement untuk pindahan. Next akan dilanjutkan ke bagian ke 2, tutorial dan bonus cara bagaimana mendapatkan credit $35 gratis di DigitalOcean.

…..

Bersambung – Bagian 2 (WordPress dan LEMP Linux Nginx mySQL PHP)

Bhakti Utama

I currently focus on maintaining some niche sites and personal blog. Have passion in blogging, internet marketing, photography, astronomy, gold investment and virtual reality. Mastering several programming languages, but most enjoy with web development. I have a dream to travel around the world :D

You may also like...

1 Response

  1. Haryanto says:

    nah repotnya itu mas, tp bener sih kalo udah terbiasa dgn linux jadi gampang 🙂
    ditunggu bagian ke2nya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *